Rabu, 30 Maret 2011

Dua anak Istimewa di Kelas q

“Bu Ryza, pindahan dari Lampung y? Pulang kampung-nya jauh ya? Mau mengajar di sini ya?.....(Dimas)”
“Bu Ryza, saya Daffa..ibu mw jadi pedamping daffa? Ibu kan udah nolong daffa pas berantem dengan Asher tadi….?( Daffa)”



Yup, itulah kira2 sekilas awalan pertama aq berjumpa dengan mereka, anak2 istimewa di kelas q. Mereka salah satu jenis anak ‘special needs’ yang sudah bisa masuk ke kelas reguler. Hal ini dimaksudkan agar mereka lebih mudah belajar beradabtasi dengan dunia luar/ publik. Yang membedakan mereka dalam pembinaan adalah adanya pedamping khusus yang sengaja ‘menemani’ mereka belajar di kelas (nama penndamping mereka adalah bu sifa).



Oke, kita mulai dari Dimas dulu aja ya. Meski badannya lebih besar daripada Daffa tapi Dimas lebih ‘kekanak-kanakan’. Sifatnya tak jarang bisa meluap2 emosi secara tak terkendali. Biasanya kalo bukan karena diejek teman, kemauan jajan tidak diturut karena habis waktu, atau malas mengerjakan tugas or melanggar aturan. Secara akademis di sekolah, kami para fasilitator tidak terlalu membebani Dimas untuk bisa full mengikuti semua materi pelajaran dikelas. Kami sadar kemampuan dimas terbatas, mengingat adanya kekurangan anak manis ini .
Kalo aq bawa Laptop kekelas pasti Dimas meminta untuk dipinjamkan, “Bu ryza, dimas boleh pinjam laptop……nggak boleh ya? Nanti rusak? Tidak bisa dipakai?.....ini apa bu? Modem buat internet, fesbuk,….modem itu apa? Kok bisa sambung ke internet……??? Ha..ha…bermacam2 pertanyaan yang disampaikan beliau meski ucapannya masih belum sempurna. Dimas tetaplah anak q yang hebat! Jangan suka menangis lagi ya nak, ntar digabung dengan anak TK loh…he,,he,,Oh ya kemarin kan jempol kaki bagian bawahnya sedikit terluka terkena paku di tangga, ketika diobati ia malah bilang, “…diobat biar tidak habis darahnya ya? Nanti kalo habis darah jadi mati……(ha,,ha,,,lebay juga).


“Daffa…tidak mau keliling lapangan nanti daffa capek, perut gendut Daffa kan untuk cadangan masa depan Daffa!”. He..he…Yup begitulah jawaban daffa ketika diminta melaksanakan hukumannya akibat menggangu temannya di kelas termasuk Dimas). Meski Daffa relatif lebih cerdas, akan tetapi emosi mungkin harus lebih dikontrol lagi. Anak q yg satu ini paling aktif bertanya dan mengemukakan pendapat saat kami mengajar di kelas, meski omongannya agak ‘kaku’ tapi ia bisa mengeluarkan ide2 cerdas dan pertanyaan kritis yg jarang ditanyakan anak2 seusianya :0.Oh ya Daffa juga hapal nama2 semua bandara udara di seluruh dunia termasuk daerah2 di Indonesia, Hebat kan!


Ah, entahlah selalu saja ada rasa kagum-q untuk mereka para orang tua yang dititipi anak2 istimewa seperti Daffa dan Dimas. Semoga Allah selalu memberi kekuatan dan barakah-Nya kepada mereka (termasuk para pengasuh, guru, keluarga yg tetap menjadikan mereka menjadi anak2 soleh/ah), amin….

Weekend............Ada apa yach??? :)

Ah,,,akhirnya bisa menulis kembali di blog kesayangan q ini. Hari sabtu kemarin aq mengikuti pelatihan “Green Art and Creativity” bersama Pak Imam n Pak Syafir (mereka adalah salah satu perintis sekaligus pengajar Sekolah Alam pertama di Indonesia, sekarang namanya School Of Univercity Parung alias Sekolah Alam Parung). Pelatihan yang berlangsung sejak jam 8 pagi sampai jam 4 sore cukup banyak menambah ilmu q sebagai guru baru, he…he….


Sesi pertama, kami dipahami tentang esensi mengajar. Rupanya mengajar bukan sekedar memberitahu materi dari buku ke siswa lalu beres. Akan tetapi ada esensi yg jauh lebih tinggi…..Jika qt percaya mengajar merupakan salah satu tools utama membangun peradaban sekaligus ‘dakwah’ maka tetaplah berpegang teguh kepada visi-misi tersebut. Belajarlah menjadi guru menggunakan hati bukan hanya otak belaka.



Sesi kedua, kita diajarkan trik2 mengajar yang menarik buat anak2..salah satunya belajar bahasa Inggris dengan musik Rap, praktikum alat sederhana tapi menarik, metode belajar mencari harta karun dan lain2 pokoknya mah. Mereka bisa menggunakan kemampuan motorik, seni musik, so otak kanan n kiri jalan semua, klop kan!
Sesi ketiga setelah Ishoma Dzuhur, kami kembali kumpul setelah makan bersama guru2 di kursi batu taman sekolah tentunya . Pada sesi ini kami para guru diminta membuat minimal satu contoh alat temuan teknologi yg belum pernah dibuat n sangat berguna. So, Membuat corak batik dengan kertas bekas dan sisa…..wow rupanya guru2 Sekolah Alam Bogor Kreatif2 ya!!!


Hari Minggu aq aksi solidaritas Timur Tengah ke Jakarta, kami para simpatisan PKS berkumpul di monas untuk selanjutnya Long march ke Bundaran HIlalu berakhir di monas kembali. Sempga Allah merahmati n memberi barakah jalan juan ini amin….Oh ya di bawah ini aq sengaja potret2 masjid Istiqlal, he,,he,,,manfaatkan waktu menunggu teman yang lagi ke wc bentar :0

Selasa, 22 Maret 2011

My Diary 22 Maret 2011

Hore aq gak telat, aq masuk 15 menit lebih awal ! seperti biasa ngobrol2 bentar dgn anak2. Sakah satu anak q masih penasaran menayakan aq magang atau permanen di kelas panaragan…..hem, apa ya?


Pak Anto pun (fasilitator 1) bertanya, mengapa aq lulusan FEM mw ngajar di SAB. Yup, kalo boleh jujur jika mw cari duit memang bukan di SAB tempatnya. Tapi aq telah bertekad sebelum menjadi pemimpin di masyarakat kelak, aq harus punya pengalaman mengajar. Mengajar menurut pak Anto kalo mengajar yg dipake dua: otak dengan hati, sedangkan kerja di kantoran: hanya otak. Yup, mungkin ada benarnya juga




Yup, semoga Allah memberi barakah,amin……Oh ya malam ini aq pindahan dari kampus dalam IPB ke kosan dekat AKA bogor, yah lumayanlah kamarnya n aq pun cuman sekali ja naik angkot ke SAB, he…he…
Ayo semangat menyambut esok hari yg lebih ceria 

My Diary 21 Maret 2011

Huaaa! Aku telat 35 menit…hiks,,hiks,,,,jadilah aq masuk ke kelas 08.35. Konyolnya lagi pas di pintu gerbang aq malah cuek masuk gitu aja tanpa ngisi absen, padahal pak satpam udah ‘nyindir’ gitu…ha,,ha,,,bener2 dodol deh. Bodohnya lagi pake acara lupa ingatan sementara kelas q yang mana ya…he,,he,,, Pak wilin yang mengajar kelas lima di lantai bawah pun langsung menyindir q, “lupa kelas sendiri bu ryza???” ha..ha…konyol abis deh 



Anak2 q rupanya lagi qiroati, setelah itu mereka ada morning activity. Jadi di pagi mereka boleh memilih mw ngapain aja. Mw baca buku di perpus, tahfidz, duha, kerjain worksheet, dll pokoknya mah…tafadhol. Ntar mereka akan ngisi di lembar kegiatan (fasilitator tiap hari akan mengeceknya).



Sekitar jam 10-an mereka belajar bahasa sunda, setelah itu makan siang bersama. Oh ya makan mereka ditaroh di wadah (bisa isi ulang). So, minim sampah makanan pokoknya mah , pas mw ke kantin pun gak akan dilayani kalo gak bawa wadah loh……
Setelah makan n solat dzuhur berjamaah, lalu mereka free play stengah jam, terserah mau main apa…..ada yg main catur, bola, congklak, monopoli, cingbenteng, bulutangkis…..dll deh asalkan positif aja. Anak2 akan kumpul dengan tertib jika times up sudah tiba (pak Anto biasanya akan membunyikan peluit).

Setelah itu mereka belajar bahasa Inggris dengan Mr Dee. Oh ya hampir lupa, mereka jika belajar bahasa maka kata pengantarnya juga bahasa yg diajarkan.
Setelah bahasa Inggris, mereka istirahat untuk salat ashar n makan snack kalo masih ada…eh yg mw bermain juga bisa kok 

Hari pertama q, ada seorang anak yg ingin curhat..he..he..ampir satu jam lebih dia curcol masalah keluarganya . Agak miris sih, anak sekecil itu pikiran nya or maslahnya cukup berat n kompleks. Yah..aq memang gak bisa kasih solusi, tapi minimal berusaha menampung keluh-kesah anak q itu lah, biar gak ditahan2 sendiri aja. Kemarinnya pun ada salah satu anak cewek q yg curhat masalah cinta, yah biasalah ABG, lagi puber2nya he,.he.,,


Sorenya kita bermain bola bersama di lapangan depan sekolah…Huaa! Aq kena bola, full lagi, yah udah rezeki kali ya :0
Oke deh hari yg sangat2 menyenangkan, sampai bertemu lagi anak2 q sayang!

My Diary 18 Maret 2011

Hore hari ini aq masuk pertama kali ke kelas Lima Panaragan! Yup, ini kelas asuhan q di Sekolah Alam Bogor. Aku senang sekali bisa bertemu dengan anak-anak yg aktif, lucu2, cerdas…la,,la,,,deh pokoknya mah. Di kelas ada dua fasilitator (berperan sebagai bapak n ibu buat anak2). Oh ya aq dipanggil ibu loh! He,,he,,,senengnya. Di kelas panaragan ada 24 anak, dengan 9 akhwat dan 15 ikhwan. Dua dari 24 anak tersebut adalah anak special needs, mereka didampingi oleh ibu Sifa dalam mengikuti pelajaran di kelas.



Hari jum’at ini rupanya hari terakhir anak2 ujian tengah semester, hari ini adalah ujian teriweuh katanya sih , ujian bahasa sunda! Ha..ha…pokoknya selama jam ujian berlangsung semua pada repot, entah kami para fasilitator maupun anak2. Coz qt pun minim tahu bahasa sunda. Alhasil jadilah jawan anak2 ada yg pake bahasa indonesia, sunda kasar, la..la…deh pokok’e 



Ah untunglah ada pak Anas , salah satu guru bahasa sunda di SAB datang……eh di tengah ujian salah satu anak special needs bermain iseng dengan salah satu anak. Celakanya lg anak yg diganggu punya sensitivitas yg cukup tinggi. Hu…hu….ditendang lah, dipukullah, yah lumayan seru-lah. Alhamdulillah mereka dapat bermain kembali di akhir jam sekolah usai.
Yup, inilah hari pertama q bertemu dengan anak2 lima panaragan SAB. Semoga Allah memberi barakah kepada kami, amin………Terimakasih Ya Rabb, Engkau telah memberi kesempatan kpd q untuk bertemu, tertawa dan mengejar mimpi dengan mereka 